Tanduk Menjangan (Microsorum punctatum)
|
Divisi |
|
|
Kelas |
|
|
Subkelas |
|
|
Ordo |
|
|
Upaordo |
|
|
Famili |
|
|
Subfamili |
|
|
Genus |
|
|
Spesies |
: Microsorum punctatum |
- Rimpang merayap dengan cepat, tegak, pendek, tebal, putih berlilin, tanpa selubung sirkumvaskular, berdiameter sekitar 8 mm. Bersisik padat di puncak, pseudopeltate, berbentuk bulat telur hingga segitiga.
- Daun sederhana, subcoriaceous, permukaannya kasar, berwarna hijau muda-pucat, berbentuk lonjong sempit hingga lanset, panjang daunnya hingga 1,6 m dengan lebar sekitar 15 cm, agak berdaging. Pangkal melengkung menjadi sayap di sepanjang tangkai daun, tepi daun rata hingga bergelombang atau berlobus tidak beraturan, ujung (puncak) daun membulat hingga meruncing (acuminate), bercabang di berbagai segmen di puncaknya menyerupai ekor ikan. Venasi atau tulang daun menjala, tulang rusuk tengah terangkat di kedua permukaan daun, hijau muda. Vena lain agak redup atau tidak jelas. Daun fertil tidak ditemukan.
- Sori kecil dan bulat, berjumlah banyak, tersebar tidak beraturan pada permukaan bawah pelepah, berukuran panjang 0,2 cm. Spora monolet, bilateral, hialin atau kekuningan, exine mulus.
Microsorum punctatum atau
Pakis Ekor Ikan merupakan salah satu tanaman dari keluarga Polypodiaceae yang
tersebar luas di daerah tropis dan subtropis Dunia Lama dari Afrika Barat dan
India hingga Tahiti, ke utara hingga China Selatan dan Asia Tenggara, Australia
Utara, dan Pasifik. Spesies ini memiliki potensi tinggi sebagai tanaman hias
dan daun potong, dan telah dibudidayakan dalam skala besar di Filipina. Tanaman
hias ini dapat ditempatkan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Di distrik
Dhemaji dan Lakhimpur, M. punctatum juga digunakan dalam pembuatan Apong
(sejenis bir beras). Dalam ritual kepercayaan, spesies ini juga memiliki nilai
bagi masyarakat, digunakan untuk menenangkan roh. Selain itu M. punctatum juga
memiliki nilai sebagai tanaman obat. Digunakan secara tradisional oleh
masyarakat sebagai bahan dalam pengobatan berbagai keluhan penyakit,
diantaranya dipercaya masyarakat mampu menyembuhkan batuk dan luka.
.jpg)
Comments
Post a Comment